Sistem Informasi Akuntasi
- Siklus pendapatan – ancaman
Serangkaian aktivitas bisnis dn operasi pemrosesan informasi terkait
yang terus menerus dengan menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan dan
menerima kas sebagai pembayaran atas penjualan tersebut.
Ancaman 1 : data induk
yang tidak akurat atau tidak valid
Pengendalian :
menggunakan berbagai pengendalian integritas pemrosesan yang didiskusikan untuk
meminimalkan risiko kesalahan input data.
Ancaman 2 :
pengungkapan yang tidak sah terhadap informasi sensitive
Pengendalian :
mengonfigurasi system untuk menggunakan pengendalian akses yang kuat untuk
membatasi siapa yang dapat menampilkan informasi tersebut.
Ancaman 3 :
kekhawatiran akan kehilangan atau kehancuran data induk
Pengendalian :
menggunakan backup data dan prosedur pemulihan bencana
- Siklus pengeluaran – tujuan
Serangkaian
aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan informasi terkait yang terus menerus
berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Tujuannya
untuk meminimalkan total biaya perolehan dan pemeliharaan persediaan,
perlengkapan, dan berbagai layanan yang diperlukan perusahaan untuk berfungsi.
- Aktifitas siklus produksi :
a. Desain Produk : untuk merancang sebuah produk yang memenuhi permintaan
dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya
produksi.
b. Perencanaan
dan penjadwalan : adalah mengembangkan rencana produksi yang
cukup efisien
untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi
permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang
jadi.
c. Operasi produksi :
produksi actual dari produk
d. Akuntansi biaya :
- Memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian,
dan penilaian kinerja dari operasi produksi.
-
Memberikan
data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga
serta keputusan bauran produk.
-
Mengumpulkan
dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta
nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan.
- Ancaman pengendalian siklus MSDM – Penggajian
Ancaman 1 :
ancaman
ketidakakuratan atau tidak validnya data induk,
Pengendalian 1 :
menggunakan berbagai pengendalian integritas
pemrosesan yang didiskusikan.
Ancaman 2 :
adalah pengungkapan yang tidak diotorisasi atas
informasi sensitif, seperti gaji dan evaluasi kinerja untuk pegawai individu.
Pengendalian 2 :
menggunakan autentikasi multifaktor dan
pengendalian keamanan disik untuk membatasi akses data induk MSDM/penggajian
hanya kepada para pegawai yang memerlukan akses tersebut untuk menjalankan
pekerjaan mereka.
Ancaman 3 :
dengan hilang atau rusaknya data induk.
Pengendalian 3 :
menggunakan backup dan prosedur pemulihan
bencana.
Ancaman 4 :
adalah mempekerjakan pegawai yang tidak berkualifikasi dapat meningkatkan biaya
produksi dan mempekerjaan seorang pegawai yang merupakan seorang pencuri dapat
menimbulkan pencurian aset.
Pengendalian 4 :
dengan prosedur perekrutan yang sesuai.
Ancaman 5 :
pelanggaran atas hukum dan peraturan terkait
perekrutan dan pemecatan pegawai secara tepat.
Pengendalian 5 :
mendokumentasikan secara cermat seluruh tindakan
terkait pemberitahuan untuk tujuan perekrutan dan proses memperkerjakan pegawai
baru serta pemecatan pegawai.
- Proses AKT dalam SBB & pelaporan
Aktivitas dasar dalam system buku besar dan pelaporan
- Memperbaharui buku besar
- Memasukan ayat jurnal penyesuaian
- Membuat laporan keuangan
- Membuat laporan manajerial
- Model manajemen system
a) Model Flat File
Sistem ini merupakan sistem kerangka utama dalam sistem mainframe
besar. Sistem file model menjelaskan suatu lingkungan di mana file-file data
individual tidak berkaitan dengan data lainnya. Pemakai akhir dalam lingkungan
ini memiliki file data mereka sendiri, dan tidak menggunakannya bersama-sama
dengan para pemakai lainnya.
b) Model Database
Sistem manajemen database merupakan sistem perangkat lunak khusus
yang diprogram untuk mengetahui elemen-elemen data yang dapat diotorisasi
setiap pemakai untuk diakses. Program pemakai mengirimkan permintaan data ke
DBMS, yang kemudian memvalidasi dan mengotorisasi akses ke database sesuai
dengan tingkat otoritas pemakai.
- Komponen struktur pengendalian intern – COSO
Tujuan pengendalian
internal
a.
Tujuan tujuan operasi yang
berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi operasi.
(meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari semua
operasi perusahaan)
b.
Tujuan-tujuan pelaporan
(meningkatkan keandalan data serta catatan catatan akuntansi dalam
bentuk laporan keuangan dan laporan manajemen sehingga tidak menyesatkan
pemakai laporan tersebut dan dapat diuji kebenarannya.)
c.
Tujuan-tujuan ketaatan
terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
(meningkatkan ketaatan entitas terhadap hukum hukum dan peraturan
yang telah ditetapkan pemerintah, pembuat aturan terkait, maupun kebijakan
kebijakan entitas itu sendiri.)
Komponen :
1. Lingkungan Pengendalian (Control
Invironment)
2. Penilaian Risiko (Risk
Assessment)
3. Aktivitas Pengendalian (Control
Activities)
4. Informasi Dan Komunikasi
(Information And Communication)
5. Aktivitas Pemantauan (Monitoring
Activities)
- REA, EDI, ERP
a. REA : suatu alat
pemodelan konseptual yang khusus dirancang untuk melengkapi struktur dalam perancangan database SIA
b. EDI : Metode untuk saling
bertukar data bisnis atau transaksi secara elektronik melalui jaringan komputer
c. ERP : sistem
informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan
mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun
distribusi di perusahaan bersangkutan.
- SDLC
Model konseptual yang digunakan dalam manajemen proyek
yang menggambarkan tahap-tahap yang terlibat dalam proyek pengembangan sistem
informasi, dari studi kelayakan awal melalui pemeliharaan aplikasi selesai.
Peran akuntan sendiri dalam pengenmbangan system yang baru dibangun
adalah sebagai DESIGNER, Akuntan harus dilibatkan dalam perancangan sistem
karena akuntan mempunyai pengetahuan mengenai prinsip-prinsip akuntansi,
prinsip-prinsip pengauditan, teknik-teknik sistem informasi, dan metode
pengembangan sistem, upaya perancangan sistem merupakan kolaborasi antara
akuntan dengan profesional/spesialis sistem.
Akuntan bertanggung jawab untuk sistem konseptualnya sedangkan
professional/spesialis sistem bertanggung jawab untuk sistem fisiknya seperti
pembuatan program baik itu dalam tampilan program maupun laporan yang
dihasilkannya.
- Pengendalian & audit SI berbasis computer
Beberapa jenis kesalahan dan kecurangan:
- Kesalahan mendeteksi data masukan yang salah, tidak
lengkap atau tidak sah.
- Kesalahan untuk memperbaiki kesalahan yang ditandai oleh
prosedur editing data
- Memasukkan kesalahan ke dalam file atau database selama proses
update
Beberapa jenis prosedur pengendalian:
a. Prosedur editing data computer
b. Penggunaan yang tepat atas label file internal dan eksternal
c. Prosedur perbaikan kesalahan yang efektif
d. Listing perubahan file dan ringkasan disiapkan untuk dipelajari oleh
departemen user.
Beberapa cara pengendalian:
a. Pengendalian user yang kuat
b. Pengendalian data sumber yang efektif
Komentar
Posting Komentar